Resmi! Beli Rumah Gratis PPN 100%

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, insentif PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) pembelian rumah akan diberlakukan mulai bulan November 2023. Untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Hal itu disampaikan saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2023, Jumat (3/11/2023).

 

Dan kita juga melihat dari sisi demand dan supply mendapatkan respons positif kebijakan tersebut,” kata Sri Mulyani.
Dia menjelaskan, PPN DTP 100% akan diberikan untuk pembelian rumah komersial baru dengan batas harga di bawah Rp 2 miliar per unitnya.
“PPN DTP ini bagi rumah dengan harga sampai Rp2 miliar, di mana PPN 11% ditanggung oleh pemerintah,” katanya.

 

“Kita memperluas sampai rumah Rp5 miliar, namun PPN yang di-DTP-kan hanya sampai Rp2 miliar. Artinya untuk harga rumah di atas Rp2-5 miliar masih membayar PPN-nya seperti semula. Tapi sampai dengan Rp2 miliar pertama ditanggung pemerintah,” jelas Sri Mulyani.

 

Dia menerangkan, fasilitas PPN DTP akan diberikan untuk pembeli rumah 1 rumah per 1 NIK atau 1 NPWP. Program ini akan berlangsung mulai November 2023 hingga Desember 2024.
“Jadi 14 bulan,” katanya.

 

“PPN DTP 100% untuk rumah seharga Rp2 miliar, juga Rp2-5 miliar diberlakukan sampai dengan bulan Juni 2024. Dalam hal ini dari November 2023-Juni 2024 PPN yang di-DTP adalah 100%. Mulai Juli 2024 PPN DTP adalah hanya 50%-nya,” kata Sri Mulyani.

 

Ini artinya, jika membeli rumah dengan harga Rp 2 miliar maka PPN 100% ditanggung oleh pemerintah. Namun jika membeli rumah dengan harga Rp 5 miliar, pemerintah tetap memberikan insentif PPN namun dengan batas Rp 2 miliar saja.

 

Dengan kebijakan yang baru itu, harus bayar berapa jika membeli rumah harga Rp 1,5 miliar?

 

detikProperti mencoba membuat simulasi untuk pembelian rumah seharga Rp 1,5 miliar.

 

Contohnya, kamu ingin membeli rumah seharga Rp 1,5 miliar dengan PPN yang harus dibayarkan adalah 11% dari harga rumah. Maka, sebelum kebijakan insentif ini berlaku, kamu perlu membayar Rp 1.500.000.000 + Rp 165.000.000 (PPN 11%) = Rp 1.665.000.000. Dengan adanya insentif PPN 100% ditanggung pemerintah, maka kamu hanya perlu bayar Rp 1.500.000.000.

Namun, jika kamu membeli rumah Rp 1.500.000.000 sudah termasuk PPN, maka kamu hanya perlu membayar Rp 1.335.000.000 setelah dikurangi Rp 165.000.000 (PPN 11% dari harga rumah Rp 1.500.000.000). Sebab, PPN rumah di bawah Rp 2.000.000.000 sudah ditanggung pemerintah hingga Juni 2024.

 

Perlu diingat, hal tersebut masih di luar biaya lainnya, seperti biaya akad, biaya balik nama, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), jasa notaris, dan lainnya. Meski demikian, terkadang ada pengembang perumahan yang membebaskan biaya-biaya tersebut. Sebagai informasi, biaya BPHTB tergantung dari daerah rumah yang dibeli, umumnya berada di kisaran 5%.